Surabayaaktual.com Sebanyak 6.144 siswa jenjang SMA/SMK dan MA sederajat di Surabaya resmi menerima Beasiswa Pemuda Tangguh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Bantuan pendidikan ini menyasar peserta didik dari keluarga miskin dan pra sejahtera, sebagai bentuk nyata perhatian pemkot terhadap keberlanjutan pendidikan generasi muda.

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto menjelaskan, seluruh penerima beasiswa wajib melakukan daftar ulang untuk kemudian diberikan akses login ke situs resmi Pemkot Surabaya.

“Mereka wajib melaporkan aktivitas sekolah secara berkala, seperti apakah mereka masih bersekolah di pondok atau khawatirnya putus sekolah. Hal ini penting untuk memastikan kelanjutan bantuan,” jelas Arief dikutip pada Kamis (24/7/2025).

Setelah proses administrasi selesai, para siswa akan diarahkan untuk membuka rekening tabungan di Bank Jatim. Bantuan beasiswa akan disalurkan secara rutin ke rekening masing-masing siswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program Beasiswa Pemuda Tangguh ini menyasar siswa SMA, MA, atau setara pondok pesantren. Prioritas utama diberikan kepada keluarga dengan status miskin atau pra sejahtera.

“Beasiswa diberikan hingga siswa menyelesaikan pendidikan SMA, atau maksimal tiga tahun. Saat ini, sebagian besar penerima adalah siswa kelas 1, serta lulusan SMP atau Madrasah yang naik ke jenjang MA,” ujar Arief.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga terbilang tinggi. Dari sekitar 12.000 pendaftar daring, hanya 6.144 yang berhasil lolos seleksi.

“Kami tidak membedakan sekolah negeri atau swasta, yang terpenting adalah memenuhi kriteria sebagai penduduk ber-KTP Surabaya dari keluarga miskin dan pra sejahtera. Mereka yang tidak lolos umumnya karena berasal dari keluarga sejahtera,” tambahnya.

Untuk memastikan ketepatan sasaran penerima, Pemkot Surabaya menggandeng Dinas Sosial dalam proses verifikasi data, yang dilakukan dengan merujuk pada basis data keluarga miskin.

Arief menyebutkan, Pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 miliar setiap tahun untuk mendukung program ini. Dana tersebut mencakup seluruh siswa penerima dari kelas 1 hingga kelas 3, dengan total keseluruhan mencapai sekitar 21.000 siswa, termasuk penerima baru tahun ini.

“Kami berharap jumlah penerima beasiswa terus menurun setiap tahun, idealnya hingga tidak ada lagi jika masyarakat sudah lepas dari kategori miskin dan pra sejahtera,” harapnya.

Arief juga menyampaikan bahwa menurunnya jumlah penerima beasiswa dari tahun ke tahun merupakan hasil seleksi yang semakin ketat dan sistematis.

“Penurunan dari 7.000 siswa tahun lalu menjadi 6.000 tahun ini menunjukkan upaya seleksi pemkot. Pemkot juga berkolaborasi dengan Dispendik Provinsi Jawa Timur dan kepala sekolah, serta bekerja sama dengan UMKM lokal untuk sepatu dan seragam,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu penerima beasiswa, Muhammad Dimas Kurniawan, siswa kelas X SMKN 2 Surabaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Senang dan sangat bersyukur bisa meringankan beban orang tua, karena lolos Beasiswa Pemuda Tangguh dan mendapatkan perlengkapan sekolah. Terima kasih banyak untuk Bapak Wali (Eri Cahyadi) atas perlengkapan sekolah dan bantuan pendidikan ini,” tutup Dimas. ***

SHARE