Surabayaaktual.com Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka peluang investasi di sektor transportasi ramah lingkungan, khususnya pengoperasian taksi listrik.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan dukungan penuh terhadap rencana ini, namun menekankan syarat yang harus dipenuhi investor.

“Jadi kalau ada transportasi massal yang mau investasi di Surabaya, saya pasti akan mendukung,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, dikutip pada Minggu (20/7/2025).

Meski terbuka terhadap investor, Pemkot Surabaya tidak sembarangan dalam memberikan izin. Eri menegaskan bahwa ada dua syarat utama yang tidak bisa ditawar bagi perusahaan yang ingin mengoperasikan taksi listrik di Kota Pahlawan.

“Satu (syaratnya), dia harus punya tempat untuk parkirnya atau pull. Yang kedua yang bekerja harus KTP Surabaya. Kalau dua (syarat) ini tidak bisa dipenuhi, maka tidak akan pernah saya keluarkan izinnya,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemkot Surabaya untuk memastikan bahwa setiap investasi yang masuk membawa dampak langsung bagi warga lokal, baik dari segi ekonomi maupun ketenagakerjaan.

“Tergantung dia (perusahaan) bisa menyiapkan pull untuk berapa (armada). Kalau pull-nya cukup untuk 100, ya 100 (armada). Pull-nya ternyata cukup untuk 25, ya 25, dan yang bekerja harus warga Surabaya,” katanya.

Eri menambahkan bahwa persyaratan tersebut telah disampaikan kepada para calon investor agar program investasi transportasi taksi listrik di Surabaya dapat berjalan sesuai prinsip keadilan dan pemberdayaan warga lokal. “Itu syarat-syarat yang saya minta,” imbuhnya.

Eri juga menegaskan bahwa Pemkot Surabaya sangat membutuhkan investasi untuk mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan dan pengangguran.

Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap proyek investasi, termasuk di sektor transportasi, wajib melibatkan tenaga kerja dari Surabaya.

“Karena kami tidak bisa menyelesaikan kemiskinan, menyelesaikan pengangguran tanpa ada investasi yang masuk di Surabaya,” pungkasnya. ***

SHARE