Surabayaaktual.com – Lima dosen muda dari Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) UPN Veteran Jawa Timur memberikan pelatihan public speaking kepada mahasiswa Asrama Bibit Unggul Kalijudan Surabaya. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.
Ketua tim pelatihan, Mohammad Syarrafah, menegaskan bahwa penguatan karakter dimulai dari pengenalan potensi diri, termasuk kemampuan berbicara di depan publik.
”Kami ingin memulai dari membangun kesadaran mereka bahwa keberanian itu bisa dilatih. Bukan bawaan lahir,” ujar Syarrafah dalam keterangan tertulis, Minggu (4/5/2025).
Salah satu narasumber, Dhelittya Finaliyani Putri, menyampaikan bahwa pelatihan ini mengusung pendekatan interaktif. Para peserta diajak untuk melakukan praktik langsung secara berkelompok dalam menyampaikan pesan yang telah mereka susun.
”Kami ajak mereka berdiri, menyampaikan pendapat, menceritakan pengalaman. Tujuannya agar mereka mulai nyaman didengar dan dihargai. Ini tentu didahului pemaparan materi dulu,” jelasnya.
Dhelittya didampingi oleh tiga anggota tim lainnya, yaitu Zahrotul Munawwaroh, Reza Mehdi Fauzi, dan Sigit Andrianto. Seluruh tim aktif memfasilitasi kegiatan agar peserta merasa percaya diri dan terlibat secara aktif.
Salah satu peserta, Sari, mengaku mendapatkan semangat baru dalam menyampaikan gagasan di depan umum.
Awalnya Sari merasa minder karena logat daerahnya, namun kini ia mulai percaya diri dan menikmati proses berbicara di hadapan teman-temannya.
”Saya minder karena logat daerah saya sangat terlihat. Tapi kata bapak-ibu pengisi, itu justru menjadi ciri khas dan seharusnya kami bangga,” ujarnya.
Pelatihan public speaking ini merupakan bagian dari implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari proses pembelajaran jangka panjang tentang pentingnya keberanian dalam berbicara di depan publik. ***
Penulis: Sigit Andrianto



