Surabayaaktual.com – Perkembangan dunia digital yang semakin kompleks menuntut transformasi besar dalam pola komunikasi. Tak hanya soal teknologi, tetapi juga soal kesiapan masyarakat dalam memahami dan mengelola arus informasi digital secara bijak.
Isu inilah yang menjadi sorotan utama dalam International Seminar CommXperience 2025 yang digelar Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur.
Seminar ini mengusung tema “The Future of Communication” dan menghadirkan akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan masa depan komunikasi global.
Salah satu narasumber utama, Assoc. Prof. Dr. Ika Idris, Co-Director Data & Democracy Research Hub, tampil dengan pemaparan bertajuk “The Future of Digital Literacy”. Ia menjelaskan secara rinci bagaimana konsep literasi digital telah berevolusi seiring kemajuan teknologi.
Menurutnya, dulu literasi digital hanya mencakup keterampilan dasar seperti menggunakan perangkat lunak, berselancar di internet, atau mengirim email. Namun saat ini, literasi digital telah berkembang menjadi seperangkat kemampuan yang jauh lebih kompleks.
“Di antaranya adalah keterampilan dalam mencari, memverifikasi, serta membagikan informasi secara bertanggung jawab, pemahaman terhadap cara kerja algoritma, hingga kesadaran akan jejak digital dan hak-hak sebagai warga digital (digital citizenship),” tegas Ika, Senin (19/5/2025).
“Literasi digital di era ini bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang bagaimana seseorang berpikir kritis terhadap informasi yang mereka konsumsi dan produksi setiap hari,” imbuhnya.
Ia juga menggarisbawahi fenomena big data divide dan digital polarization yang menimbulkan ketimpangan baru di era digital. Akses terhadap data besar kini hanya dimiliki segelintir pihak, yang secara langsung maupun tidak, mengontrol wacana publik lewat platform digital.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa masyarakat digital saat ini dihadapkan pada tantangan besar, seperti disinformasi terkoordinasi, dominasi algoritma dalam pengambilan keputusan, hingga meningkatnya serangan siber dan pelanggaran privasi.
“Oleh karena itu, kita perlu membekali diri dengan kemampuan untuk menganalisis, memproses, merancang, dan menghasilkan informasi secara etis. Ini bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga institusi pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta,” ujar dosen Monash University tersebut.
Ika menekankan bahwa literasi digital merupakan pondasi utama dari digital citizenship, yakni kemampuan untuk berpartisipasi aktif, positif, dan bertanggung jawab di ruang digital, baik secara sosial, politik, maupun ekonomi.
Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian acara CommXperience 2025 yang berlangsung hingga Kamis, 22 Mei 2025. Berbagai narasumber lainnya dijadwalkan hadir pada sesi-sesi berikutnya.
Pada Selasa, 20 Mei 2025, akan hadir Dr. Ekky Imanjaya dari Universitas Bina Nusantara yang akan membahas tentang masa depan sinema Indonesia. Disusul keesokan harinya (21/5/2025), Dr. Idil Abdi Othman dari University of Leicester, Inggris, akan membedah masa depan jurnalisme dan tantangan kompleksnya.
Sementara itu, seminar puncak akan menghadirkan I.G.A.K. Satrya Wibawa, Wakil Delegasi Tetap Indonesia untuk UNESCO, yang membahas masa depan AI dan praktik komunikasi.
Acara ini sebagai wadah berdiskusi antara praktisi, aktivis, dan para profesional. Dalam acara ini juga ada diseminasi hasil penelitian. Setidaknya ada 240 summary yang diterima panitia dan terbagi menjadi 17 sub tema dalam bidang komunikasi.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Politik (FISIBPOL) UPN Veteran Jatim, Dr. Catur Suratnoaji, mengapresiasi suksesnya acara ini.
“Atas nama FISIBPOL, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini,” ungkapnya.
Catur juga menegaskan komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim dalam menjembatani teori dan praktik, termasuk melalui lima laboratorium unggulan yang aktif mendukung eksplorasi ilmiah mahasiswa dan dosen.
“Saya mengundang seluruh peserta dan mitra untuk terus terhubung dan bersama-sama memajukan masa depan komunikasi,” pungkasnya. ***



