Surabayaaktual.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, menyelenggarakan kegiatan Kick Off Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2030, Senin (14/4/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur dan dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh stakeholder di lingkungan Pemprov Jatim.
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Muhammad Yasin, menyampaikan bahwa pelaksanaan kick off ini merupakan sarana komunikasi interaktif untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan untuk mewujudkan pembangunan daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Jatim.
Selain itu, untuk membahas secara menyeluruh rancangan RKPD 2026 serta dokumen RPJMD 2025 -2030.
“Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pokok-pokok pikiran DPRD dan aspirasi masyarakat (Asmas) serta menyusun tahapan dan timeline penyusunan dokumen perencanaan di tahun 2025 mendatang,” ujar Muhammad Yasin dikutip melalui laman resmi Dinas Kominfo Jatim pada Selasa (15/4/2025).
“Tercatat rekap pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD sebanyak 12.388 usulan, dan aspirasi masyarakat (Asmas) sebanyak 16.052 usulan. Oleh karena itu, kami mohon OPD segera menetapkan keputusan masing-masing di daerah dan melakukan verifikasi, mana yang harus segera dilakukan perbaikan,” tambahnya.
Yasin juga menegaskan bahwa penyusunan RKPD 2026, RPJMD 2025-2030 serta Renja harus mengikuti arahan Sekda, yakni menghasilkan program-program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat secara cepat, khususnya dalam pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Prov. Jatim, Joko Irianto, menyoroti tantangan penyusunan enam dokumen perencanaan strategis secara bersamaan, termasuk RPJMD 2025–2030.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dengan berbasis data dan fakta yang akurat.
“Jawa Timur ke depan harus mengambil peran strategis sebagai gerbang baru nusantara. Kita tidak sedang bersaing dengan daerah lain, tetapi tumbuh bersama sebagai orkestrator nilai tambah Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan tiga peran utama Jawa Timur ke depan, yakni sebagai pusat koordinasi dan standarisasi rantai nilai Nusantara, platform talenta dan teknologi, serta sebagai hub logistik dan agregasi perdagangan nasional. Menurutnya, hal ini membutuhkan kreativitas dan pembenahan dari seluruh perangkat daerah.
Rancangan tema pembangunan Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 mengusung tajuk “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Melalui Pembangunan Wilayah Strategis dan Peningkatan Produktivitas Menuju Kemandirian Pangan dan Energi.”
Tema ini dijabarkan melalui sembilan prioritas pembangunan provinsi Jatim, yakni Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Akses, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Berkah-Amanah, Jatim Agro, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.
“Saya harapkan seluruh perangkat daerah di Jawa Timur dapat mencermati arah pembangunan lima tahun ke depan dan menyiapkan langkah-langkah konkret yang sinergis,” pungkasnya. (Jnr/SA02)



