Surabayaaktual.com – Tradisi jimpitan yang identik dengan budaya gotong royong masyarakat Jawa kini kembali dihidupkan oleh Komunitas Kendangsari Peduli.
Melalui program bertajuk Jimpitan Kendangsari Peduli, komunitas ini berhasil menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada puluhan warga yang membutuhkan.
Ketua Komunitas Kendangsari Peduli, Eko Suryono, mengatakan bahwa jimpitan bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan bentuk nyata solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Jimpitan adalah tradisi gotong royong masyarakat Jawa. Selain menjaga kebersamaan, jimpitan juga bisa menjadi bentuk bantuan kepada warga yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Eko dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (13/3/2025).
Menurutnya, bantuan yang disalurkan melalui program jimpitan tidak terbatas pada uang tunai, tetapi juga mencakup bahan pokok hingga tenaga sukarela.
“Misalnya, bantuan keuangan berupa sumbangan untuk warga yang mengalami kesulitan ekonomi, bahan pokok seperti beras atau minyak, dan bantuan tenaga saat ada musibah atau bencana,” jelasnya.
Semangat gotong royong tersebut diwujudkan pada kegiatan penyaluran sembako oleh para pemuda yang tergabung dalam komunitas tersebut.
Pada Senin (12/3/2025), Komunitas Kendangsari Peduli menyalurkan 50 paket sembako kepada lansia dhuafa dan delapan paket lainnya kepada anak-anak yatim yang tinggal di wilayah Kendangsari, Surabaya.
Menariknya, seluruh bantuan sembako tersebut berasal dari hasil celengan Jimpitan Kendangsari, yakni kotak amal yang diisi dengan uang receh mulai dari Rp100 hingga Rp1.000 oleh masyarakat sekitar.
“Kami mengajak warga menyisihkan recehan mereka ke dalam celengan Jimpitan Kendangsari. Dari situ, uang yang terkumpul dibelanjakan untuk kebutuhan pokok dan dibagikan kepada penerima manfaat,” jelas Eko.
Sementara itu, Sekretaris Komunitas Kendangsari Peduli, Zubaidulloh, menambahkan bahwa gerakan ini murni dari warga dan untuk warga. Data penerima manfaat pun berasal dari rekomendasi para donatur sendiri.
“Gerakan Kendangsari Peduli ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada tetangga kanan kirinya. Mereka yang menjadi donatur bisa memberikan rekomendasi siapa saja yang layak menerima bantuan,” kata Zubaidulloh.
Ubed – panggilan lekat Zubaidulloh berharap, gerakan ini bisa berjalan secara berkelanjutan dan semakin banyak warga yang terlibat.
“Kami ingin istiqomah, tim makin solid, dan semakin banyak warga bergabung dalam program Jimpitan Kendangsari Peduli. Harapannya, setiap bulan kami bisa terus menyalurkan sembako kepada lansia dan yatim dhuafa,” harapnya.
Tak hanya program jimpitan, komunitas Kendangsari Peduli juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial lainnya.
Di antaranya pengobatan tradisional gratis, sedekah barang elektronik yang sudah tidak terpakai, hingga layanan pinjam pakai kursi roda dan kruk secara gratis bagi warga yang membutuhkan.
“Ini program-program Kendangsari Peduli untuk masyarakat,” pungkas Ubed. ***



