Surabayaaktual.com – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur mengadakan pelatihan kepemimpinan bertajuk Nextlead: Lead to Solve bagi pengurus dan anggota OSIS SMAK Santo Yusup.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (28/4/2025) sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan mata kuliah Public Speaking.
Pelatihan ini dirancang untuk menumbuhkan keterampilan kepemimpinan solutif, yaitu kemampuan menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan solusi dalam berbagai dinamika organisasi.
Fokus utama kegiatan adalah membekali pelajar dengan soft skill kepemimpinan yang aplikatif di lingkungan sekolah maupun masa depan.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur dalam membina kapasitas generasi muda, khususnya pelajar sekolah menengah, dalam menghadapi tantangan kepemimpinan yang semakin kompleks.
Kegiatan dibuka oleh dosen pengampu mata kuliah Public Speaking, Syifa Syarifah Alamiyah, M.Commun.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kepemimpinan sebagai keterampilan utama yang harus dimiliki semua orang, baik di lingkungan pendidikan, dunia kerja, maupun masyarakat luas.
“Kepemimpinan bukan soal status, tapi soal pengaruh dan kemampuan menyelesaikan masalah dengan bijak,” jelas Syifa.
Materi utama pelatihan disampaikan oleh Wandi, mahasiswa Ilmu Komunikasi sekaligus Wakil 1 Duta Siswa Sumatra Utara.
Dalam sesi ini, Wandi membawakan materi terkait berbagai aspek penting dalam kepemimpinan seperti manajemen waktu, tanggung jawab, pengelolaan konflik, serta pentingnya memberikan apresiasi.
Ia juga memperkenalkan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk membantu peserta menganalisis kondisi organisasi secara strategis.
Dalam penyampaian materinya, Wandi menekankan bahwa kepemimpinan solutif bukan sekadar mengatur, tetapi juga mendengarkan dan bertindak.
“Sering kali, tantangan dalam organisasi sekolah muncul bukan karena kurangnya ide, tetapi karena kurangnya keberanian untuk mengambil tindakan. Lewat pelatihan ini, saya ingin teman-teman OSIS memahami bahwa pemimpin adalah orang yang hadir saat ada masalah, bukan yang menghindar,” ujarnya.
Salah satu sesi menarik dalam pelatihan ini adalah writing challenge yang mengajak peserta menuliskan permasalahan dan hambatan yang mereka hadapi selama menjadi pengurus OSIS. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan refleksi diri dan pola pikir solutif di tengah tantangan organisasi.
Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Peserta menyampaikan antusiasme dan kesan positif terhadap kegiatan ini, serta harapan agar pelatihan serupa dapat terus diadakan secara berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan siswa, sekaligus memperkuat peran keilmuan komunikasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat. ***
Penulis: Syifa Syarifah Alamiyah



