Surabayaaktual.com Upaya mencegah kenakalan remaja terus digencarkan melalui berbagai program edukatif. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, yang menggelar sosialisasi bertema “Antisipasi Kenakalan Remaja di Masa SMA” untuk para siswa SMAN 3 Sidoarjo pada Rabu (23/4/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dikolaborasikan dengan metode pembelajaran berbasis proyek (*project-based learning*) pada mata kuliah *Public Speaking*.

Sosialisasi digelar di aula sekolah dan diikuti puluhan siswa kelas X dan XI. Mereka tampak antusias mengikuti sesi pemaparan materi hingga diskusi interaktif bersama para narasumber.

Dua mahasiswa Ilmu Komunikasi, Muhammad Zufar dan Faerayhan Devdan, bertindak sebagai pemateri.

Keduanya membahas beragam bentuk kenakalan remaja di lingkungan sekolah, seperti tawuran antar pelajar, pergaulan bebas, merokok, konsumsi minuman beralkohol, penyalahgunaan narkoba, hingga kecanduan pornografi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Zufar dan Faerayhan, perilaku menyimpang tersebut umumnya dipicu oleh faktor eksternal, seperti pengaruh teman sebaya, kondisi keluarga, serta penggunaan media sosial dan teknologi yang tidak terkontrol.

“Teman adalah pihak yang paling banyak berinteraksi dengan remaja sehari-hari. Maka dari itu, pengaruh teman bisa sangat kuat, baik membawa ke arah yang positif maupun negatif,” ujar Zufar dalam pemaparannya.

Ia mengingatkan pentingnya selektif dalam memilih lingkungan pertemanan. Teman yang suportif diyakini mampu menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi remaja dalam menghadapi tekanan hidup.

Faerayhan turut menyampaikan bahwa solusi untuk mengurangi kenakalan remaja adalah menyediakan ruang kegiatan positif di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.

“Program seperti ekstrakurikuler, komunitas kreatif, atau kegiatan sosial bisa menjadi ruang alternatif yang membantu remaja menyalurkan energi dan minatnya secara konstruktif,” jelasnya.

Sesi diskusi berlangsung dinamis ketika siswa diajak menyampaikan pandangan pribadi terkait faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku remaja. Beberapa siswa bahkan mengungkapkan tantangan dalam menjalin komunikasi terbuka dengan orang tua.

Menanggapi hal itu, Syifa Syarifah Alamiyah, M.Commun., dosen pendamping dalam kegiatan ini, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga.

“Remaja perlu merasa aman dan didengar di rumah. Oleh karena itu, keluarga harus menjadi ruang terbuka yang penuh kepercayaan, tempat di mana anak dan orang tua bisa saling bicara tanpa rasa takut atau tekanan,” ujarnya.

Syifa menambahkan bahwa komunikasi dua arah harus dijadikan prinsip utama dalam hubungan antara orang tua dan anak. Selain membangun kepercayaan dari pihak remaja, orang tua juga dituntut untuk lebih responsif dan empatik terhadap kondisi anak-anak mereka.

Kegiatan ini diakhiri dengan ajakan reflektif kepada seluruh peserta agar lebih mengenal potensi diri, menghindari pengaruh buruk dari lingkungan, serta membangun jejaring sosial yang sehat dan mendukung perkembangan pribadi.

Para siswa memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa bisa terus digelar sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah.

Melalui program edukasi ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur menunjukkan kepeduliannya dalam membina generasi muda yang tangguh, bertanggung jawab, serta bebas dari perilaku kenakalan remaja. ***

Penulis: Syifa Syarifah Alamiyah

SHARE