Surabayaaktual.com Sebanyak 90 pelaku UMKM dari Kecamatan Wonokromo mengikuti pelatihan pengembangan diri bertajuk “Mindset Reframing: Menjadi Berbeda dan Berubah” di Kantor Kelurahan Jagir, Wonokromo, Surabaya, Sabtu (3/5/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Inkubasi Wirausaha Mandiri dan Pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur.

Program ini sebelumnya telah dibuka secara resmi oleh Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) pada Sabtu (12/4/2025). Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Pemkot Surabaya dalam mendorong kemandirian ekonomi warga, khususnya para akseptor dan pelaku usaha mikro.

Dalam sesi pelatihan hari ini, dua narasumber utama yakni Dra. Dyva Claretta, M.Si dan Dra. Ec. Kustini, M.Si membagikan materi yang relevan mengenai bagaimana pelaku UMKM dapat menghadapi tantangan usaha melalui perubahan pola pikir atau mindset.

Menurut Dra. Dyva Claretta, M.Si, kegagalan dalam usaha atau kesulitan berkolaborasi sering kali bukan disebabkan oleh faktor luar, melainkan oleh pola pikir yang belum berkembang. Mindset adalah akar dari cara seseorang melihat, merespons, dan memutuskan sesuatu. Konflik, kebuntuan ide, hingga kegagalan dalam usaha bisa berakar dari pola pikir yang belum tepat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Oleh karena itu, kita perlu mereframe atau mengubah bingkai berpikir kita agar lebih terbuka terhadap perubahan dan pertumbuhan,” tegasnya.

Dyva juga menegaskan bahwa proses perubahan ini bukan instan, namun bisa dimulai dengan langkah-langkah konkret, bisa dimulai dari mengenali pola pikir lama, menantang asumsi yang membatasi, menerapkan perspektif baru, serta mengevaluasi dan menyesuaikannya secara berkala.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi langkah awal menuju perubahan hidup dan usaha yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Dra. Ec. Kustini, M.Si menyampaikan bahwa mindset positif juga berdampak langsung terhadap cara UMKM menyikapi kegagalan.

“Banyak pelaku usaha yang berhenti di tengah jalan karena terlalu cepat menyerah. Padahal, jika kita mampu melihat kegagalan sebagai proses belajar, maka akan muncul inovasi dan kekuatan baru,” ujarnya.

Peserta kegiatan tampak antusias dan aktif berdiskusi selama sesi berlangsung. Mereka menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini sangat berguna, tidak hanya untuk usaha, tetapi juga untuk kehidupan pribadi dan keluarga.

Setelah kedua narasumber itu selesai, dilanjutkan dengan game yang dipandu oleh kedua mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata UPN Veteran Jatim dalam memperkuat sinergi akademik dan pemerintah daerah melalui pengabdian kepada masyarakat.

Tentu, kegiatan semacam ini akan sangat berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan kapasitas dan mentalitas kewirausahaan. ***

Penulis: Dra. Dyva Claretta, M.Si


 

SHARE