Surabayaaktual.com DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna pada Selasa (10/6/2025), dengan agenda tanggapan Wali Kota atas pemandangan umum fraksi terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), serta penetapan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas Raperda tentang Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari paripurna sebelumnya. Pada rapat paripurna tanggal 5 Juni 2025, fraksi-fraksi telah menyampaikan pemandangan umum atas dua Raperda tersebut.

“Maka sesuai hasil musyawarah tanggal 2 Juni, pada rapat kali ini Wali Kota akan menyampaikan tanggapan atau jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi tersebut,” ujar Laila Mufidah.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi, membacakan keputusan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas masing-masing Raperda.

“Menindaklanjuti pembahasan Raperda tentang penetapan KBS sebagai Perusahaan Umum Daerah, maka Dewan memutuskan untuk membentuk panitia khusus,” jelas Musdiq.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menambahkan, susunan personalia Pansus terdiri dari sepuluh anggota dewan lintas fraksi, antara lain Haji Muhammad Faris Afif, Muhammad Machmud, Baktiono, Buji Leksono, Bagas Imam Waluyo, dan lainnya.

Menurut Musdiq, masa kerja Pansus ditetapkan selama 60 hari kerja sejak keputusan ditetapkan, dengan kewajiban menyerahkan laporan akhir paling lambat tujuh hari sebelum masa kerja berakhir.

“Pimpinan pansus akan dipilih langsung oleh anggota, dan setiap aktivitas pansus akan ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan tanggapannya atas dua Raperda tersebut.

Terkait KBS, Eri menekankan pentingnya menjadikan Kebun Binatang Surabaya tersebut sebagai lembaga konservasi yang profesional serta lebih menarik bagi pengunjung.

“Diharapkan KBS dapat meningkatkan potensi usaha ke depan dengan program-program baru yang mampu menarik lebih banyak pengunjung. Saya juga ingin mengingatkan agar sarana-prasarana seperti parkir dan konektivitas dengan terminal intermoda Joyoboyo serta terowongan pejalan kaki diperbaiki dan dioptimalkan,” ujar Eri. ***

SHARE