Surabayaaktual.com – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengajak seluruh pihak, termasuk awak media, untuk turut serta mengangkat potensi aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Langkah ini dinilai penting karena potensi pendapatan dari aset-aset tersebut masih belum tergarap secara optimal.
Menurut Yona, saat ini banyak aset milik Pemkot Surabaya yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru. Optimalisasi aset tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Aset-aset ini punya potensi besar. Tapi kalau masyarakat tidak tahu, maka tidak akan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Di sinilah peran media menjadi sangat penting,” ujar Yona dikutip pada Kamis (10/7/2025).
Yona menjelaskan bahwa aset milik Pemkot Surabaya tidak hanya tersebar di berbagai titik strategis dalam kota, tetapi juga berada di luar wilayah administratif Surabaya. Namun, sebagian besar dari aset-aset tersebut belum tersosialisasi dengan baik ke masyarakat luas.
Beberapa aset bahkan saat ini masih tergolong sebagai “aset tidur” karena belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, aset-aset tersebut berpotensi besar untuk dijadikan lokasi kegiatan ekonomi, sosial, hingga investasi yang bisa berdampak langsung pada peningkatan PAD Surabaya.
“Tujuan kami jelas, membuka akses informasi seluas-luasnya agar aset ini bisa dimanfaatkan masyarakat dan memberi kontribusi nyata bagi PAD,” imbuhnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Komisi A DPRD Surabaya secara konkret mendorong pemkot agar lebih aktif menjalin sinergi dengan media lokal maupun nasional.
Salah satu bentuk upaya yang sedang dipersiapkan adalah pembangunan sistem informasi aset yang transparan dan dapat diakses publik dengan mudah.
Dalam rencana tersebut, Pemkot diharapkan segera mewujudkan portal digital interaktif yang memuat informasi aset daerah secara lengkap, mulai dari status hukum, ukuran, nilai ekonomi, hingga titik lokasi yang akurat.
“Kita ingin media menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Informasi ini harus tersebar luas, jangan hanya berhenti di ruang rapat,” tegasnya.
Yona juga menyatakan keyakinannya bahwa keterlibatan aktif media dalam menyampaikan informasi tentang aset daerah akan berdampak positif terhadap kesadaran publik. Masyarakat akan lebih memahami pentingnya optimalisasi aset daerah demi kesejahteraan bersama.
Keterlibatan media, kata dia, tak hanya membantu mempercepat pemanfaatan aset secara produktif, tetapi juga menciptakan kontrol sosial yang sehat dan konstruktif dalam proses pengelolaannya.
“Masifkan informasi, agar potensi PAD bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku usaha di Surabaya,” pungkasnya. ***



