Surabayaaktual.com Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Belanegara SDGs bertajuk “UPN Mbangun Suroboyo” yang digelar UPN Veteran Jawa Timur telah dilaksanakan secara serentak di 28 kecamatan dan 139 kelurahan di Kota Surabaya.

Kegiatan yang difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Surabaya ini terbukti memberi dampak nyata dan mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat.

Salah satunya adalah Sagita. Pelaku usaha minuman di Kelurahan Rungkut Tengah, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, ini mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN dalam mengembangkan digitalisasi usahanya.

“Adik-adik mahasiswa cukup banyak memberi masukan dan pendampingan untuk digitalisasi usaha saya,” kata Sagita dalam keterangan tertulis yang diterima Surabayaaktual.com, dikutip pada Senin (14/7/2025).

Pendampingan mahasiswa KKN Tematik Belanegara SDGs UPNVJT dilakukan melalui promosi dan penjualan digital yang berdampak positif terhadap peningkatan omzet usaha Sagita.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Apresiasi juga datang dari Lurah Rungkut Tengah, Wahyu Widayat. Ia menilai program kerja mahasiswa telah tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

“Kinerja KKN Tematik Belanegara SDGs UPN Jatim sangat baik, bisa meningkatkan motivasi dan keterampilan warga terutama untuk peningkatan ekonomi kreatif dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” ucapnya.

Wahyu menjelaskan bahwa pihak kelurahan secara intens menjalin koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk memastikan kegiatan KKN berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami lakukan harmonisasi, kami koordinasikan melalui dialog dan diskusi dengan perangkat kelurahan dan pihak DPL agar kegiatan ini tidak hanya mendukung program kelurahan, namun juga mendukung keberhasilan program Pemkot Surabaya yakni gerakan Zero Waste dan peningkatan UMKM,” paparnya.

Menurutnya, program kerja mahasiswa KKN Tematik Belanegara SDGs UPN Jatim telah sesuai dan selaras dengan prioritas kelurahan dan arah kebijakan Pemerintah Kota Surabaya.

Kegiatan ini dirancang melalui proses asesmen kebutuhan berbasis data kelurahan, wawancara, observasi, dan referensi akademik sehingga program yang dilaksanakan benar-benar adaptif terhadap kondisi lapangan.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tri Lathif menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan identifikasi potensi wilayah sebelum kegiatan KKN berlangsung.

“Dari sebelum kegiatan ini berlangsung, kami sudah lakukan pemetaan dan koordinasi secara intens dengan pak lurah agar program-program mahasiswa bisa berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Lathif.

Ia juga menyampaikan bahwa proses pendampingan dilakukan secara intensif dan terstruktur, baik secara luring maupun daring, agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi optimal selama pelaksanaan KKN.

Selain mendukung pengembangan digitalisasi usaha UMKM, Lathif menyebut bahwa mahasiswa juga turut memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah.

“Sosialisasi tentang pengelolaan sampah ini nantinya bisa memberi gambaran bahwa sampah dapur juga punya potensi nilai ekonomis bagi warga,” pungkasnya.

Tingginya aktivitas mahasiswa KKN Tematik Belanegara SDGs UPN Jatim di Kelurahan Rungkut Tengah terlihat dari capaian kegiatan harian yang dipublikasikan melalui Instagram resmi @kel_rungkuttengah dan akun KKN @kknsdgs130_nagarawangi.

Hal ini menunjukkan sinergi nyata antara program KKN Tematik Belanegara SDGs UPNVJT dan arah kebijakan Kelurahan Rungkut Tengah.

Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman sosial, kepemimpinan, dan keterlibatan langsung dalam menghadapi dinamika masyarakat, sebagai bekal dalam membangun masa depan yang lebih baik. ***

SHARE