Surabayaaktual.com – DPRD Kota Surabaya memberikan perhatian terhadap penghapusan anggaran pengadaan kamera pengawas (CCTV) yang sebelumnya tercantum dalam pokok pikiran (Pokir) anggota dewan maupun dalam Sistem Informasi Perencanaan Daerah (SIPD).
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Bagus Yona Widyatmoko, mengharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat meninjau kembali kebijakan tersebut.
Menurutnya, keberadaan CCTV memiliki peran strategis dalam mendukung upaya peningkatan keamanan lingkungan.
Hal ini disampaikan Yona menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta isu penculikan anak yang akhir-akhir ini mencuat.
“CCTV terbukti sebagai salah satu instrumen keamanan yang cukup efektif, meng-cover wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh petugas atau warga secara langsung,” ujar Yona kepada awak media di Surabaya dikutip pada Selasa (15/4/2025).
Politisi Partai Gerindra itu menilai bahwa CCTV bukan sekadar alat bantu, melainkan perangkat yang bisa memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat.
Menurutnya, perluasan pemasangan CCTV seharusnya menjadi bagian dari strategi bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
“Apalagi sekarang sedang marak-maraknya curanmor dan penculikan anak. Jika instrumen warga seperti portal dan pos kamling diaktifkan, lalu CCTV juga lengkap, maka keamanan kampung-kampung di Surabaya insyaAllah bisa terjaga,” tambahnya.
Yona juga menuturkan pengalamannya saat turut membantu masyarakat di kawasan Surabaya Barat dalam pemasangan CCTV secara swadaya. Menurutnya, inisiatif tersebut memberikan dampak nyata, bahkan dalam kasus-kasus kecil sekalipun.
“Saya membantu CCTV warga di beberapa wilayah di Surabaya Barat. Terbukti cukup efektif, bahkan dapat mengidentifikasi maling sandal di masjid,” ungkap Yona.
Melihat kondisi keamanan yang berkembang saat ini, Yona berharap Pemkot Surabaya dapat membuka ruang dialog dan mempertimbangkan kembali kebijakan terkait pengadaan CCTV.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, warga, dan teknologi sebagai pendekatan menyeluruh dalam menjaga ketertiban lingkungan.
“Kalau kita ingin keamanan Surabaya terjaga, maka pendekatannya harus menyeluruh. Sinergi warga, aparat, dan teknologi harus diperkuat,” katanya. (Sl/SA02)



