Surabayaaktual.com Festival Band Arek Suroboyo kembali digelar di Balai Pemuda Surabaya, Jumat (29/5/2025). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Perumda Air Minum Surya Sembada dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732.

Festival yang dikhususkan bagi pelajar ini berhasil menyedot antusiasme tinggi. Sebanyak 15 band pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA tampil memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya. Event ini juga menjadi wadah ekspresi kreatif generasi muda di bidang musik.

Direktur Utama Pemuda Air Minum Surya Sembada, Arief Wisnu Cahyono, mengatakan bahwa festival band ini telah menjadi agenda rutin dalam peringatan HJKS. Kolaborasi ini melibatkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas pelajar.

“Acara ini adalah tradisi dan kolaborasi kami dengan Dispendik Kota Surabaya. Dalam acara ini, kami mewadahi para remaja agar jiwa muda serta energinya bisa tersalurkan dengan baik melalui ruang kreasi bermusik seperti ini,” ujar Arief Wisnu dalam keterangan tertulis Jumat (30/5/2025).

Menurut Arief, selama ini jarang ada festival band khusus pelajar di Surabaya. Momentum HJKS dimanfaatkan untuk membangkitkan kembali semangat bermusik para siswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Memang momentum HJKS kami gunakan untuk menggelar acara sekaligus wadah kreasi anak muda,” katanya.

Ia berharap festival ini akan semakin berkembang setiap tahunnya. Tak hanya dari sisi jumlah peserta, tetapi juga kualitas penampilan para pelajar. Bahkan, Arief berharap event ini mampu melahirkan musisi-musisi hebat seperti Dewa-19 dan Ahmad Dhani.

“Tentu kami ingin dari tahun ke tahun semakin banyak pesertanya, semakin meningkat kualitas tampilannya. Nantinya pada suatu saat, kami berharap akan banyak musisi-musisi nasional yang lahir dari Kota Surabaya. Acara ini akan terus kami adakan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara PDAM Surya Sembada dan pemkot dalam mendukung kreativitas pelajar.

“Dalam mewadahi bakat dan talenta para pelajar memang tidak bisa dilakukan satu pihak. Untuk itu, penting adanya kolaborasi,” kata Yusuf.

Yusuf menjelaskan bahwa festival band pelajar ini menjaring talenta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Peserta yang tampil adalah siswa-siswi yang aktif di kegiatan ekstrakurikuler musik di sekolahnya masing-masing.

“Setiap sekolah tentunya sudah menyesuaikan kreativitas siswa. Jadi yang ikut memang anak-anak yang sudah aktif bermusik di sekolahnya,” ungkap Yusuf.

Lebih jauh, Yusuf menyebut acara ini sebagai ruang penting untuk menumbuhkan regenerasi musisi muda sejak usia sekolah. Ia juga mendorong agar pelajar dari berbagai jenjang kelas bisa saling berkolaborasi dalam satu band.

“Ini memang memberi ruang untuk anak-anak untuk berekspresi dan berprestasi. Sehingga, harapan kami ada regenerasi yang dilakukan pihak sekolah supaya tidak putus. Misalnya, dicampur pemain bandnya, ada yang dari kelas 8, kelas 9 dan seterusnya,” pungkas Yusuf.

Di akhir acara, diumumkan para pemenang dari masing-masing kategori. Hexa Band dari SDN Medokan Ayu II/615 keluar sebagai juara kategori SD.

Sementara itu, D’Luvino dari SMPN 1 berhasil menyabet juara kategori SMP, dan Fourtwnty dari SMAN 20 meraih kemenangan di kategori SMA. ***

SHARE